Proses Pembentukan Informasi

06.38



Segala sesuatu mengalir
(Heraclitus 540-480 SM)

Informasi sering dilihat sebagai data yang memiliki makna. Data menjadi informasi yang yang diproses, dibenbentuk atau terstruktur dari “raw material” penerima. Dalam hal ini kita akan memperoleh informasi dari data, seperti apa yang kita pahami (Hey, 2004: 12).
Seorang filsuf bernama Heraclitus berpendapat bahwa semua yang ada di alam semesta ini terus berubah, karena saat kita sedang berada di suatu tempat untuk kedua kalinya, tempat tersebut atau kita pasti telah mengalami perubahan (Gaarder, 2011: 74). Pemikiran filsuf tersebut memberikan gambaran mengenai adanya proses perubahan yang terjadi di alam semesta. Mungkin suatu hari Heraclitus berjalan-jalan bersama pacarnya di kebun sakura saat sedang mekar di musim semi. Pada saat itu ia melihat bunga sakura sangat indah seperti suasana hatinya. Beberapa saat setelah mereka putus, Heraclitus kembali ke sana berniat menghibur diri, namun yang ia temui hanya pohon-pohon sakura tanpa bunga, hanya menyisakan ranting-ranting nampak suram, seperti suasana hatinya yang sedang galau.
Hal penting yang didapat heraklitus pada saat itu adalah, data-data yang diberikan pohon sakura ditangkap oleh heraklitus dan memberinya sebuah informasi bahwa bunga sakura mengalami dua siklus, saat mekar dan kering. Selain itu informasi ini menjadikan Heraclitus memiliki infromasi baru yang menambah pengetahuannya.
Losee menyatakan bahwa “information is always informative about something, being a component of the output or result of the process” (1998: 8). Seperti cerita sebelumnya bahwa sebuah informasi yang ada selalu memberikan informasi mengenai suatu hal. Hal yang penting bahwa informasi yang ditangkap oleh Heraclitus tersebut merupakan sebuah bagian dari suatu output, atau hasil dari proses.
Lebih jelasnya Losee memberikan gambaran proses pembentukan informasi sebagai berikut:
Sumber: (Losee, 1998: 11).
Nilai dari output sebuah proses adalah yang dapat memberikan informasi mengenai input dan proses. Input yang masuk dalam sebuah proses dapat berasal dari satu atau beberapa input, yang tentunya setelah diproses akan mempengaruhi output yang dihasilkan. Output yang dihasilkan tersebut berbeda-beda sesuai dengan penerima informasi (Losee, 1998: 11).
Losee juga menyatakan bahwa “Processes always produce an effect - some change in the world - and thus can communicate information about the process and the input. Information occurs when the process produces something” (Losee, 1998: 10).
Selain dapat menghsilkan sebuah efek, Losee menyatakan bahwa proses ini dapat memberikan beberapa perubahan di dunia, dan dengan demikian dapat mengkomunikasikan informasi mengenai proses dan input. Informasi ini terjadi ketika proses menghasilkan sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari proses terjadinya informasi ini dapat menciptakan kemungkinan mengenai hal yang ditolak oleh persepsi seseorang.
Apa pendapat teman-teman jika kita menanam spesies tanaman yang hidup di gunung pada ketinggian 2000 MDPL di rumah kita yang berada di dekat pantai pada ketinggian <30 MDPL? Tanaman yg hidup pada tempat sejuk dengan suhu siang <20º pasti akan mati jika kita tanam di rumah kita dengan panas siang mencapai >40º. Disinilah peran data sebagai input yang diproses, sehingga dapat menbentuk informasi yang dapat merubah suatu persepsi. Hal tersebut seperti yang dilakukan para grower tanaman yang mengoleksi berbagai spesies tanaman dari berbagai tempat.
Kronologinya dapat diceritakan bahwa data mengenai tanaman merupakan input awal. Untuk  membuat tanaman gunung beradaptasi di dataran rendah, pada awalnya dapat kita rawat pada tempat yang sejuk di rumah kita, atau dengan sarana bantu untuk membuat tempat lebih sejuk. Hari demi hari kita coba adaptasikan, sedikit demi sedikit dengan menambah suhu di tempat tanaman berada. Tak lupa kita dokumentasikan (dapat dengan catatan) mengenai penambahan suhu yang ditunjukkan hygrometer, dan bagaimana keadaan tanaman saat itu. Data-data yang terkumpul ini dapat menjadi input lain. Akhirnya saat tanaman tersebut mulai beradaptasi di rumah kita, terbentuklah informasi bahwa “tanaman gunung tersebut dapat beradaptasi di dataran rendah”.
Losee juga menyatakan bahwa “All process produce information”. Proses tersebut mungkin rumit, atau mungkin sederhana dan mudah dijelaskan dan dipelajari. Semua menghasilkan informasi tentang input dan proses (Losee, 1998: 10).
Mungkin setelah ini teman-teman ingin mencoba bertanam stroberi di rumah atau kosan???

Referensi:
Gaarder, Jostein. 2011. Dunia Sophie: Sebuah Novel Filsafat. Bandung: Mizan.

Hey, Jonathan. 2004. The Data, Information, Knowledge, Wisdom Chain: The Metaphorical link. Diunduh pada  Kamis 18 Agustus 2016, pukul 22.01. Dari: http://www.dataschemata.com/uploads/7/4/8/7/7487334/dikwchain.pdf.

Losee, Robert M. 1998. “A Dicipline Independent Definition of Information. Jurnal of the American Society for Information Science”. Sumber Bacaan Matakuliah Isu-isu Kontemporer Informasi MIP UGM semester 1 2016-2017. Dosen Pengampu: Ida F Priyanto.

You Might Also Like

11 komentar

  1. Menarik ulasannya dalam memberikan contoh tentang proses pembentukan informasi, M. Very S. mungkin akan lebih menarik apabila ditambahkan lagi tentang pengertian informasi dan ulasan tentang gambaran proses pembentukan informasi diperluas lagi. Terima kasih!

    BalasHapus
  2. asyik nih tulisannya...mengalir sprti quotes nya,btw itu yg critanya y d taman sakura beneran si Heraclitur apa pengalaman pribadi nih he3

    Utk menjelaskan definisi informasi memang kt bs mmposisikan sbg org IT, komunikasi ataupun filsuf,sepahamnya kitalah. Kalau Very dtinjau dr segi prosesny, mk mbak Hasma hasil dari proses itu yaitu inf yg terekam, gmn mnrt tmn2??

    BalasHapus
    Balasan
    1. keke..diceritain heraclitus dalam mimpi mb ane,, btw ane komen blog mb fida kog g bisa2 ya?? jngn2 komenku ditolak.. pdhl pngen komen bingit..

      iy mb beda2 proses jg sudut pandangnya banyak..klo pahamku sih emang inf. itu kaya yg dikatakan p. eko, yg dapat diindra, gak tau yg diindra itu pasti terekam ato gak, yg jelas inf. sbge output mwkili prosesnya,, = beda proses beda output,,

      Hapus
    2. bukan ditolak tp dimoderasi smacam difilter gt dululah sm wordpressny, komenny udh masuk kok dan udh tkbales jg, tp g tahu balasanny memuaskan ato ndak ya masbro

      Hapus
  3. "Nilai dari output sebuah proses adalah yang dapat memberikan informasi mengenai input dan proses"

    Tapi bagaimana kalau informasi tersebut tidak bermanfaat bagi penerimanya? apakah bisa disebut sebagai bernilai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut paham saya dari bacaan pak ida,, penerima informasi sebenarnya memproses apa yg dia tangkap, bernilai atau tidaknya tergantung prosesnya, proses bisa memberikan output yg baik, atau outpun yg buruk (tidak bernilai), sehingga tidak menjadi informasi bagi seseorang namun bisa menjadi inf. bagi org lain,, atau mungkin pemahaman saya yg kurang jelas, perlu belajar lebih banyak.. trmksh

      Hapus
  4. menurut ulasan di atas informasi terjadi dari data yang diproses, lalu bagaimana jika sebuah data tidak pernah diproses dengan metode apapun, hanya data, apakah itu juga bisa dikatakan informasi?

    ini bukan pertanyaan untuk menguji saudara, tapi ini pertanyaan yang juga menyita pemikiran saya, mungkin saudara dapat memberikan pendapat sehingga menjadi pengetahuan bagi saya.
    terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut paham saya data yg belum terproses blm dapat menjadi informasi, tapi menurut ane semua data berpotensi diproses, cuma kadang org yg merasa tidak butuh tidak memproses data itu, contoh: kita liat ada sebuah gedung di blkng gsp (data), dsna ada pohon2 (data), ada beberapa tempat duduk yg dipakai ank2 nongkrong minggu pagi (data), klo org yg ingin tau tentng gambaran peprus ugm waktu pagi mnrutku dia dapat informasi kalo peprus ugm sejuk di pagi hari dan bikin org suka nongkrong di depannya, tapi klo org g ad kepentingan data2 itu mungkin g diperhatiin,, map klo g cocok,, kali newbi ini jg butuh masukan,, hehe

      Hapus
  5. Proses data menjadi informasi di analogikan dengan menanam tanaman yang biasa di pegunungan di wilayah pantai agar berhasil
    Kalimat penutup artikelnya joss sekali Mas Verry :D

    BalasHapus
  6. makaseh banyak mas dani,,semoga kompor gas...

    BalasHapus

Popular Posts