Network Society dan Pasar Online
11.49
Manuel
Castells berpendapat bahwa network society merupakan sebuah struktur sosial
baru, yang terbentuk berdasarkan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi. Dalam network society jaringan dan teknologi memiliki peran penting
dalam memenuhi kebutuhan masyarakat (Kollanyi, 2007: 6). Jaringan
ini menciptakan sebuah bentuk yang saling berhubungan, dan mereka saling berkelompok
satu sama lain sesuai kebutuhan (Castells,
2004: 2).
Saat ini teknologi
memiliki peran yang besar dalam berbagai kegiatan kita sehari-hari, diantaranya
saat kita ingin mencari suatu barang yang kita inginkan melalui pasar online. Pada
pasar online tersebut kita bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya
mengenai suatu produk dengan mudah, seperti spesifikasi atau harga yang
ditawarkan. Pasar online ini beragam bentuknya, mulai yang berbasis web atau
pasar sederhana dalam bentuk grup media sosial seperti facebook. Hal ini tentu
sangat memudahkan kita, pada pasar online seseorang dapat berkunjung ke pasar
tanpa harus mendatangi sebuah tempat, mereka hanya perlu mengakses melalui gadged
dengan dibantu koneksi internet.
Seperti yang disampaikan Informationalism bahwa
teknologi sekarang ini menciptakan ruang baru yang menyediakan arus informasi
yang digunakan oleh kumpulan masyarakat tanpa harus kita bertemu langsung. Beberapa
elemen yang menciptakan ruang baru dalam network society yaitu: 1. Adanya tempat dimana terdapat aktifitas, 2. Terdapat
bahan yang dikomunikasikan untuk menghubungkan kegiatan yang dilakukan, dan 3. Terdapat
banyak konten informasi yang dapat dimaknai (Castells, 2004: 57).
Fenomena ini tentunya
sangat bermanfaat terutama bagi para seller baru yang tidak perlu repot-repot
menghabiskan modal usaha untuk sekedar menyewa sebuah toko di pasar. Dengan
pasar online, seseorang juga dapat berjualan sambil mengerjakan tugas dalam
satu waktu, atau seorang cewek dapat berbelanja sambil menuggu jemputan pacar
misalnya. (cieee yg punya pacar)
Walaupun ruang ini tidak bertempat, yang perlu ditekankan
adalah adanya sebuah jaringan yang menghubungkan para individu yang melakukaan
interaksi. Ruang baru ini banyak diminati karena kegiatan yang berlangsung dapat
dilakukan secara lebih praktis. (Castells,
2004: 55-56).
Selain bermanfaat bagi
para seller baru dan pembelian barang secara praktis, model pasar online
seperti ini juga memudahkan seseorang untuk jual beli produk dengan skala yang
lebih luas, kita dapat dengan mudah melakukan transaksi dengan orang-orang dari
pulau atau bahkan negara lain. Dengan dibantu jasa pengiriman, kita tinggal
duduk manis menanti pesanan barang kita di rumah.
Dengan adanya
perkembangan ini tentunya memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, diantaranya
dapat membuka peluang usaha lain seperti jasa pengiriman misalnya. Selain itu
dengan adanya kebutuhan teknologi informasi yang semakin maju, dapat memicu munculnya
teknologi-teknologi baru untuk memenuhi harapan dan kebutuhan kita. Dapat
diartikan bahwa adanya kebutuhan kita yang semakin hari semakin kompleks,
secara tidak langsung menuntut perkembangan teknologi yang lebih inovatif. Seperti
yang disampaikan Manuel Castells
bahwa “it is not technology that changes society, but rather
that changing social needs interact to generate the development of technology” (Kollanyi, 2007: 6).
Referensi:
Castells, Manuel. 2004. Informationalism,
Networks, and The Network Society: A Theoretical Blueprint. Diunduh pada Kamis 30 Agustus 2016, pukul 19.02. Dari: http://annenberg.usc.edu/sites/default/files/2015/04/28/Informationalism,%20Networks%20and%20the%20Network%20Society.pdf.
Kollanyi, Bence, dkk. 2007. Social Networks and The Network Society. Diunduh pada Kamis 30 Agustus 2016, pukul 19.02. Dari: http://www.ittk.hu/netis/doc/ISCB_eng/04_MKSZ_final.pdf.
8 komentar
Perlu diketahui juga bahwa pada dasarnya orang harus mengantisipasi perubahan yang terjadi pada dunia digital karena hanya orang yang mampu berubah yang akan bisa survive....
BalasHapustks komennya pak ida, klo minorits yg tidak bisa beradaptasi mereka bisa jadi org asing, tapi klo mayoritas yg g mmpu adaptasi dg teknologi, mungkin mreka jg berkta blm siap dg tknlgi itu..
HapusSekarang teknologi memang mkin canggih, dan sampai-sampai bisa berjualan online (olshop). Kalau begitu kasian pasar2 tradisional dong, kalau apa-apa skarang serba online.
BalasHapusklo ane juga suka ke pasar beli sayur, bisa latian tawar menawar.. latian jadi bapak2 rumah tangga
BalasHapusDampak positif dari semakin berkembangnya masyarakat informasi bisa tercipta pasar online seperti kata Mas Very. Saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang turut berpartisipasi dalam pasar online ini. Disisi lain, tak jarang pula produk yang di - display nantinya berbeda saat produk sudah sampai di tangan konsumen. Ini tentu membuat kecewa para konsumen. Inilah kita saat ini dalam masyarakat informasi yang harus selalu siap dengan dampak pisitif maaupun negatif dari teknologi informasi itu sendiri
BalasHapusBahkan ketika mau belanja secara konvensional ke mall/ pasar seringkali melihat dulu harga online nya buat perbandingan/menawar harga, hasilnya harga online lebih menggoda sebelum ditambah ongkos kirim :D
BalasHapusthanks artikelnya, Mas Verry
Sampai sekarang saya ini termasuk orang yang kurang suka berbelanja online terutama baju. Mengambil pelajaran dari teman-teman saya yang sering belanja baju di olshop yang kualitas serta fisik produk tidak sesuai dengan yang dibayangkan karena tidak sesuai dengan tampilan di gambar. selain itu kualitas bahan dan jahitan juga sering kurang bagus. Bagaimana pendapat anda mengenai olshop yang seperti itu? agar tingkat kepercayaan konsumen tidak menurun untuk melakakukan olshop dijaman yang serba canggih.
BalasHapusnah itu masalahnya pasar online basisnya kaya LDR sih yak,, saling pecaya, q belanja online karna beberapa keperluan jarang ada toko fisiknya,. sbge pmbeli tentu q pernah kecewa, asal kita paham item yg dibeli dan pinter2 pilih seller pengalaman oke aja,, klo pngalaman jual barang sih, namanya pembeli kadang uda dikasih bonus ato diskon aja masih suka protes,, resiko
Hapus