Perkembangan Teknologi, Perpustakaan dan Robot

11.05



Perkembangan teknologi yang semakin canggih menuntut setiap individu untuk beradaptasi. Seperti dahulu kita berkomunikasi menggunakan handphone yang hanya digunakan untuk menelfon dan sms. Munculnya bbm yang diikuti dengan whatsapp, line dan media sosial lainnya menjadikan perubahan kebiasaan berkomunikasi orang-orang. Perubahan perilaku ini dapat membuat seseorang yang tidak menggunakan media sosial tersebut menjadi kerepotan dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi.
Perpustakaan saat ini juga dituntut untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan kepada user. Perubahan tersebut seperti penyediaan layanan berbasis web atau mobile library. Diantaranya seperti yang dilakukan perpustakaan UGM yang mulai menyediakan layanan mLibrary yang bertujuan untuk memudahkan para user agar dapat melakukan akses terhadap e-resources yang dilanggan melalui smart phone (http://lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=1563). Contoh lain yaitu penggunaan RFID di perpustakaan. RFID ini dapat digunakan sebagai sarana pelacak buku atau juga dapat diterapkan pada kartu pengenal pegawai perpustakaan dan user, sehingga perpustakaan dapat mengetahui lokasi user dan pegawai berada (Supriyono, 2009: 9).
Beberapa perpustakaan di negara lain juga telah mengembangkan layanan berbasis robot. Seperti penggunaan teknologi robot pada Nichols Library di University of Missouri Kansas, The Joe Rika Mansueto Library di University of Chicago dan James B. Hunt Jr. Library di North Carolina State University. Pada beberapa perpustakaan tersebut, mereka menggunakan teknologi yang dapat membantu user untuk pengambilan koleksi yang dicari dan kegiatan pengembalian buku (http://library.umkc.edu/newmnl/about-robot).


Selain pada perpustakaan-perpustakaan tersebut, penggunaan teknologi robot juga telah digunakan oleh negara tetangga kita. Diantaranya yaitu pada Singapore’s NLB (National Library Broad). Pada perpustakaan ini robot telah digunakan untuk membantu pustakawan dalam kegiatan shelving (Blakemore, 2016).


Beberapa bentuk robot juga telah dibuat dan dapat kita pesan secara institusional atau secara pribadi. Seperti humanoid robot bernama NAO yang dapat menari, bercerita dan berinteraksi dengan manusia dalam berbagai bahasa yang disediakan.


Robot lain berbentuk manusia yaitu bernama Pepper. Robot ini ramah, mampu mengenali emosi manusia dan dapat beradaptasi untuk mengenali mood dari kebiasaan lawan bicaranya. Pepper ini dirancang untuk mengidentifikasi perilaku lawan bicaranya melalui suara, gerak tubuh dan ekspresi wajah. Selain itu Pepper juga dapat memilih perilaku apa yang harus dilakukan pada situasi tersebut, dengan mengekspresikan dirinya melalui warna mata, tablet pada tubuhnya, atau nada suara.


Jika beberapa perpustakaan saat ini mulai menggunakan teknologi robot dalam layanan mereka, mungkin beberapa saat lagi perpustakaan juga mulai mengadakan layanan berbasis hologram (terinspirasi dari blog arif budi MIP 2016). Layanan hologram ini mungkin dapat berupa kegiatan-kegiatan seminar, pelatihan atau sebuah conference penelitian yang dapat diikuti user dari rumah sambil mengasuh anak atau sambil bertanam. Dan tentunya walaupun menggunakan media hologram, pada kegiatan seminar tersebut juga dilengkapi sesi tanya jawab dan interaksi secara langsung.


Referensi:

Blakemore, Erine. 2016. High Tech Shelf Help: Singapore’s Library Robot. Diakses dari: http://lj.libraryjournal.com/2016/08/industry-news/high-tech-shelf-help-singapores-library-robot/. Pada Jumat 16 September 2016. 

Skanska. 2013. James B. Hunt Library - the new venue at North Carolina State University. Diunduh dari: http://tmp.www.la.skanska.com/en/Media/Featured-news/James-B-Hunt-Library---the-new-meeting-place-at-North-Carolina-University/. Pada Sabtu 24 September 2016.

SoftBank Robotics. Who is NAO. Diunduh dari: https://www.ald.softbankrobotics.com/en/cool-robots/nao. Pada Sabtu 24 September 2016.

SoftBank Robotics. Who is Pepper. Diunduh dari: https://www.ald.softbankrobotics.com/en/cool-robots/pepper. Pada Sabtu 24 September 2016.

Supriyono. 2009. PENERAPAN  APLIKASI RFID DIBIDANG PERPUSTAKAAN. Diunduh dari: http://prisekip.blog.ugm.ac.id/files/2009/08/11.pdf. Pada Jumat 16 September 2016.
 
UGM. 2013. PANDUAN MLIBRARY-UGM. Diakses dari: http://lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=1563. Pada Jumat 16 September 2016.

UMKC. 2014. Miller Nichols Library and Learning Center Expansion and Renovation. Diakses dari: http://library.umkc.edu/newmnl/about-robot. Pada Jumat 16 September 2016.





 


You Might Also Like

7 komentar

  1. Apalgi robot itu jg gk banyak komplain & nggosip ya,bs disetting sesuai kebutuhan...lebih efektif dan efisien lah pokoknya. Tapi mungkin kt bkl menghadapi krisis emosi y skrg drasakan org Jepang, mrk smpe bth alat hy utk sekedar tersenyum atau menangis...saking hidupny udh flat bgt, kmungkinan manusia Jepang jg bakal punah tuh kl kyk gt...Doraemon mana DOraemooon!! he3

    BalasHapus
    Balasan
    1. kakaka.. taunya cma si dora dan si emon mb,, iy robot tr bsa mendominasi kite.. dr pda curhat sama tembok yak..

      Hapus
  2. antara robot dan manusia: Where is the human side? Robot memudahkan banyak hal, namun harus ada batas-batas dimana robot dan manusia dapat dibedakan. Saya malah membayangkan suatu ketika nanti robotnya lebih cerdas ketimbang manusia......

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah iy pak idad, mngkin bbrpa robot yg dibuat org2 pinter bs lbh pinter dr bbrpa org.. masukan buat saya biar hrus slalu kreatif dan mau ngasah otak, biar ada bedanya sama robot..

      Hapus
  3. Robot cerdas layaknya manusia, bahagiakan kita atau justru merasa terancam dengan keberadaan robot-robot yang menyerupai manusia (humanoid)? PR besar bagi generasi di masa mendatang nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiks iy mb dan, memang harus ada sswt yg bsa kita lakuin yg g bs dilakuin robot klo mau tetep laku

      Hapus
  4. Sepertinya robot tidak akan mengalami information overload dalam menjalankan tugasnya karena perilakunya yang mekanis sesuai program :D

    BalasHapus

Popular Posts